Kamis, 28 Oktober 2010

Arsitektur dan Lingkungan

PENGARUH SUATU BANGUNAN TERHADAP LINGKUNGAN

Dampak Pembangunan Sektor Industri Terhadap Kelestarian Lingkungan


 PABRIK

Pada umumnya di Indonesia untuk sebuah bangunan pabrik ”sering kali tidak menggunakan arsitek” untuk membangunnya.Oleh karena itu bangunannya pun hanya begitu begitu saja ‘seperti gudang dengan konstruksi baja’ bila dilihat dari luar. Dan bila kita masuk ke dalam ruangnya pun hanya sekedar ada proses produksi, dan kelihatan amburadul. Tanpa adanya tatanan yang layak untuk proses berproduksi.
  • Pengertian
       Pengertian pabrik itu sendiri adalah suatu bangunan industri besar di mana para pekerja mengolah benda atau mengawasi pemrosesan mesin dari satu produk menjadi produk lain, sehingga mendapatkan nilai tambah. Kebanyakan pabrik modern memiliki gudang atau fasilitas serupa yang besar yang berisi peralatan berat yang digunakan untuk lini perakitan. Pabrik mengumpulkan dan mengkonsentrasikan sumber daya: pekerja, modal, dan mesin industri.
Situasi pekerja
       Pabrik juga sangat berperan besar dalam kegiatan perindustrian di setiap Negara, begitupun di Negara kita. Banyak jenis pabrik yang terdapat di negara kita. Dari mulai pabrik kebutuhan rumah tangga sampai pabrik kimia. Seperti pabrik tepung dan sebagainya.
Dalam setiap kegiatan industri pasti membutuhkan pabrik dalam penyelenggaraan produksi. Tapi akhir akhir ini, banyak juga pabrik yang sudah mulai tidak beroperasi, karena keadaan perekonomian Negara yang bersangkutan. Seperti di Negara kita, banyak pengusaha pengusaha ynag mulai gulung tikar dan mulai jual pabrik miliknya.
Pabrik sendiri itu sangat berperan penting dalam rangka produksi dan pajak bagi Negara. Di Negara kita pabrik yang banyak mempengaruhi pajak itu pabrik rokok. Karena di Negara kita itu sangat besar jumlah orang orang yang merokok. Makanya jarang kita dengar bahwa ada yang jual pabrik rokok, karena pasti apabila ada yang jual pabrik rokok itu banyak peminatnya dari pengusaha. Karena pabrik tersebut sangat menguntungkan. Tapi terkadang tidak semua jual pabrik itu dengan fasilitas ynag terdapat didalamnya, walaupun banyak juga yang jual pabrik itu termasuk fasilitas didalamnya.
  •  Dampak positif 
  • Dampak positif dari pembangunan sektor industri sudah banyak kita rasakan, mulai dari :
    -meningkatnya kemakmuran rakyat, 
    -meningkatnya pendapatan perkapita, 
    -meningkatnya mutu pendidikan masyarakat, 
    -meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan masih banyak lagi sisi positif dari pembangunan. 
    Namun demikian semua jenis usaha memiliki dampak atau sisi negatif selanjutnya pemerintah kurang memperhatikan kebijaksanaan yang mengatur tentang dampak atau sisi negatif dari pembangunan yang ternyata sangat banyak, mulai dari kerusakan hutan, penurunan mutu air minum, banjir dan tanah longsor, pengikisan tanah pinggiran pantai dan masih banyak lagi dampak negatif dari pembangunan. 
  • Dampak Negatif 
  • Asap pabrik
    Salah satu dampak negatif pembangunan yang menonjol adalah timbulnya berbagai macam pencemaran, akibat penggunaan mesin-mesin dalam industri maupun mesin-mesin sebagai hasil produksi dari industri tersebut. Ada berbagai bentuk pencemaran, antara lain pencemaran udara yang diakibatkan oleh asap yang dihasilkan sisa pembakaran dari mesin, pencemaran air yang diakibatkan pembuangan sisa industri yang bersifat cair secara langsung tanpa melalui proses daur ulang, pencemaran tanah akibat sampah plastik yang tidak dapat diuraikan oleh tanah dan pencemaran suara dari suara mesin-mesin. Akibat semakin gencarnya para pengusaha berproduksi untuk memproduksi barang dalam jumlah yang sangat besar, maka semakin meningkat sisa pembakaran berupa gas CO, yang berbahaya bagi manusia juga bertambah jumlah, sisa produksi berupa bahan kimia yang berbahaya juga bertambah jumlahnya. Selain itu masyarakat yang mengkonsumsi produk tersebut akan membuang kemasannya dalam jumlah besar maka terjadilah pencemaran akumulasi dari berbagai bentuk pencemaran dalam suatu daerah.  LIMBAH
    Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
    Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
    Limbah Sungai

    Pengolahan limbah

    Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:
    1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
    2. pengolahan menurut karakteristik limbah
    Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan), maka suatu kawasan permukiman membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. Layanan sanitasi ini tidak dapat selalu diartikan sebagai bentuk jasa layanan yang disediakan pihak lain. Ada juga layanan sanitasi yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban misalnya.
    1. Layanan air limbah domestik: pelayanan sanitasi untuk menangani limbah air kakus yang layak harus memiliki akses air besrsih yang cukup dan tersambung ke unit penanganan air kakus yang benar. Apabila jamban pribadi tidak ada, maka masyarakat perlu memiliki akses ke jamban bersama atau MCK.
    2. Layanan persampahan. Layanan ini diawali dengan pewadahan sampah dan pengumpulan sampah. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan gerobak atau truk sampah. Layanan sampah juga harus dilengkapi dengan tempat pembuangan sementara (TPS), tempat pembuangan akhir (TPA), atau fasilitas pengolahan sampah lainnya. Dibeberapa wilayah pemukiman, layanan untuk mengatasi sampah dikembangkan secara kolektif oleh masyarakat. Beberapa ada yang melakukan upaya kolektif lebih lanjut dengan memasukkan upaya pengkomposan dan pengumpulan bahan layak daur-ulang
    3. Layanan drainase lingkungan adalah penanganan limpasan air hujan menggunakan saluran drainase (selokan) yang akan menampung limpasan air tersebut dan mengalirkannya ke badan air penerima. Dimensi saluran drainase harus cukup besar agar dapat menampung limpasan air hujan dari wilayah yang dilayaninya. Saluran drainase harus memiliki kemiringan yang cukup dan terbebas dari sampah.
    4. Penyediaan air bersih dalam sebuah pemukiman perlu tersedia secara berkelanjutan dalam jumlah yang cukup. Air bersih ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, mandi, dan kakus saja, melainkan juga untuk kebutuhan cuci dan pembersihan lingkungan.

    Karakteristik Limbah

    1. Berukuran mikro
    2. Dinamis
    3. Berdampak luas (penyebarannya)
    4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)

    Limbah Industri

    Berdasarkan karakteristiknya limbah industri dapat dibagi menjadi empat bagian
    1. Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. Komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari bahan buangan padat, bahan buangan organik, dan bahan buangan anorganik.
    2. Limbah padat
    3. Limbah gas dan partikel
    4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat, konsentrasinya, dan jumlahnya secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan, merusak, dan dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Pengelolaan Limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan penimbunan limbah B3. Pengelolaan Limbah B3 ini bertujuan untuk mencegah, menanggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, memulihkan kualitas lingkungan tercemar, dan meningkatan kemampuan dan fungsi kualitas lingkungan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar