Kamis, 10 Februari 2011

Arsitek, Drafter, dan Kontraktor


Apakah dalam hidup anda, anda pernah berhadapan dengan seorang arsitek, seorang tukang gambar, dan seorang kontraktor? Jika pernah, apa yang membedakan antara ketiganya? Apakah anda tau dan mengamatinya?
arsitek 
Mungkin saja anda belum pernah berhadapan langsung dengan ketiga tipe profesi di atas. Dan mungkin anda tidak bisa membedakan ketiganya dengan perbedaan yang cukup signifikan. Mungkin bagi anda, ketiganya adalah sama semua, adalah pihak yang berkepetingan untuk membantu anda mewujudkan sebuah bangunan.
Hal itu adalah benar, memang ketiganya bisa membantu anda mewujudkan sebuah bangunan. Namun sistem kerja dan produk yang mereka hasilkan berbeda. Mari kita bahas satu persatu.
.
1. Tukang gambar/drafter
….Sering kita dengar dengan istilah drafter. Adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk membuat gambar image visual yang berupa gambar image dari bangunan yang akan dibangun. Biasanya untuk pembuatan gambar seperti ini tidak memakan waktu lama jika sang drafter sudah berpengalaman alias mahir. Untuk sekarang ini pembuatan gambar sudah dilakukan dengan teknologi komputer dengan software seperti Auto CAD, 3ds Max, Sketch Up, Archicad dll. Hasil yang didapatkan pun cukup bagus jika dinilai dari kualitas image, bukan kualitas desain. Hal ini yang membuat para drafter mematok harga murah, karena pengerjaan bisa cepat tidak memakan waktu banyak. Bagi sorang drafter, semakin cepat gambar bisa dibuat, keuntungan akan semakin besar. Di beberapa daerah kadang kita melihat banyak iklan menawarkan pembuatan gambar yang murah, mulai dari Rp. 1.000,00/m2. Biasanya hal ini ditawarkan oleh para drafter, yang kurang begitu memahami nilai arsitektural dari sebuah bangunan. Yang terjadi adalah hasil desain yang tidak maksimal, aspek-aspek penting yang seharusnya diperhatikan, seringkali terabaikan karena mengejar waktu pengerjaan. Hingga pada akhirnya, kualitas desain yang dihasilkan jauh dari maksimal.
.
2. Arsitek
….Seorang arsitek adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk membuat sebuah perencanaan desain dalam hal ini adalah lingkungan buatan. Bisa berupa gedung, taman, landscape, wilayah, bahkan interior. Biasanya seorang arsitek juga mempunyai kemampuan seorang drafter, namun tidak seblaiknya. Drafter tidak mempunyai kemampuan seorang arsitek. Seorang arsitek tidak hanya memberikan gambar ketika berhubungan dengan klien. Arsitek memperhatikan aspek-aspek yang sangat kompleks dari sebuah desain. Bagi arsitek, antara pengguna dan bangunan sangat tidak terpisahkan. Bangunan harus memenuhi kebutuhan pengguna, memperlihatkan ciri dari pengguna (bahkan kehidupan pengguna bisa tercermin dari bentuk bangunan). Selain itu juga mempertimbangkan sirkulasi, penghawaan, pencahayaan, zonasi ruang, gubahan massa bangunan, bahkan sampai dengan fengshui bangunan.
Hal ini yang tidak dilakukan oleh seorang drafter, ataupun kontraktor. Tahap dalam mewujudkan lingkungan buatan oelh arsitek tidak bisa dalam waktu singkat, karena memang banyak aspek yang direncanakan. Arsitek tidak sekedar emmberikan gambar yang bagus dan denah ruang yang “penuh” dan harga bangunan yang murah. Seorang arsitek akan mempertimbangkan mulai dari estetika, fungsi, dan ke-efisien-an bangunan bagi pengguna. Tidak heran jika dibutuhkan waktu lama dan biaya yang lebih mahal daripada ketika anda berhubungan dengan seorang drafter. Ingat, lingkungan buatan yang anda bangun, sangat berarti untuk anda, sepatutnya anda juga ikut memikirkan untuk berhubungan dengan tukang gambar, atau arsitek yang sebenarnya.

3. Kontraktor
….Profesi yang satu ini memang lebih ‘berbeda’ dengan dua profesi diatas. Seorang kontraktor akan lebih terfokus pada pelaksanaan pembangunan. Kontraktor memiliki kemampuan untuk mengakomodasi dan mengkoordinasi antara tenaga kerja dan kelancaran material bangunan saat pelaksanaan pembangunan. Kontraktor yang baik selalu menjaga kualitas dari bangunan tersebut, baik dari segi kekuatan struktur, kerapian, keawetan, dan kesempurnaan bagian-bagian yang vital. Biasanya kontraktor tidak membuat gambar desain, karena dia hanya menerima gambar dari drafter atau arsitek langsung.
Namun saat ini banyak juga kontraktor yang menawarkan diri untuk jasa gambar. Perlu ditekankan disini bahwa kontraktor berani menawarkan jasa gambar karena telah terbiasa menerima dan membaca gambar dari arsitek ataupun drafter untuk dilaksanakan. Jadi kemampuan desain hanya terbatas pada tiruan atau kebiasaan saja. Lagipula biasanya seorang kontraktor hanya mencari aman dalam bentuk bangunan, karena bagi seorang kontraktor semakin mudah bangunan itu dikerjakan, semakin besar keuntungan yang didapatkan. Hingga tidak perlu heran ketika terjadi perselisihan antara arsitek yang menghendaki kualitas desain yang bagus berhadapan dengan kontraktor yang menghendaki pekerjaan yang mudah dilaksanakan.
.
Sekarang tinggal anda yang memilih, akan bekerjasama dengan arsitek, drafter, atau kontraktor langsung. Tentu saja tergantung kebutuhan anda. Namun yang perlu saya ingatkan adalah, jangan sampai salah memilih karena sebuah proyek itu akan digunakan selamanya (jika mungkin). Kalaupun tidak selamanya, proyek itu tidak seperti baju yang bisa digonta ganti seenaknya jika tidak suka modelnya. Sebuah bangunan akan berdiri untuk waktu yang lama, maka alangkah sangat lebih baik jika anda memikirkan matang-matang dulu untuk memulai perencanaan. Namun, diantara ketiga profesi tersebut, yang paling memenuhi anda dalam merencakan sebuah “proyek” adalah arsitek, karena arsitek akan benar-benar merencanakan sebaik mungkin, karena akan lebih detail, terperinci dan memertimbangkan segala aspek bahkan yang berhubungan dengan kepribadian anda. Dan hasilnya, sebuah bangunan yang sangat memuaskan, menyatu dengan anda sebagai pemiliknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar