zwani.com myspace graphic comments

Rabu, 14 April 2010

Beton


SEJARAH BETON
Beton telah dikenal sejak dahulu kala. Sejak pembuatan piramida oleh bangsa Mesir (memakai campuran batu kapur dan tanah liat yang dapat mengeras bila tercampur air, bersifat hidrolis). Bangsa Yunani, bangsa Etruria dan bangsa Romawi menggunakan semen dalam bangunan mereka seperti Koleseum (Roma), Pont du Gard (Nimes), Pantheon (Roma). Semen yang dipakai merupakan pembakaran campuran batu kapur dan debu volkanis (batuan tuff) dari daerah Pozzuoli (sekitar gunung berapi Vesuv dan Napoli).
Perkembangan penggunaan beton di abad modern dimulai dari John Smeaton (1756) menemukan adukan semen yang terbaik adalah campuran kapur Blue Lias dan tanah liat yang digiling di waktu membangun mercu suar Eddystone. James Parker  mengembangkan semen hidrolis yang dikenal dengan semen Romawi. Joseph Aspdin (1824) mematenkan semen Portland yang didapat dengan memanaskan campuran tanah liat halus dengan batu kapur di tungku sampai seluruh karbon dioksida (CO2) lenyap. Isaac Johnson (1845) menemukan semen yang merupakan prototip dari semen Portland yang sekarang yaitu dengan membakar batu kapur dan tanah liat hingga menjadi lahar yang mengeras (until clinkering), sehingga menghasilkan bahan semen yang berkualitas baik.

KELEBIHAN BETON
- Semua bahan mudah didapat (kecuali semen)
- Beton yang diawasi dengan teliti dapat sekeras batu
- Mudah dicetak dalam bentuk yang diinginkan
- Nilai kekuatan dan daya tahan (durability) beton adalah relatif tinggi
- Nilai kuat tekan beton adalah relatif tinggi
- Beton bersifat tahan api yang relatif tinggi

KELEMAHAN BETON

- Kekuatan tarik yang rendah
- Memerlukan sambungan untuk pemuaian dan penyusutan
- Beton yang dibebani terus menerus mengalami rayapan (creep)
- Beton tidak dapat secara sempurna kedap terhadap air dan kelembaban
- Beton biasa adalah relatif berat (2200 to 2600 kg/m3)

KUALITAS BETON
Beton memiliki kualitas yang bermacam-macam. Dahulu mutu beton yang dihasilkan hanya dapat mencapai mutu rendah sekitar ratusan MPa namun sekarang, mutu beton yang dihasilkan dapat mencapai ribuan MPa. Kualitas dari beton tergantung dari:
- Bahan-bahan pembuatnya
- Cara menakar dan mencampur
- Cara pelaksanaan pekerjaan


BAHAN-BAHAN PEMBUAT BETON

- Semen: Kualitas dan kecepatan pengerasan
- Aggregate halus
- Agregat kasar
- Air
- Bahan campuran: Modifikasi dari sifat-sifat beton

CARA MENCAMPUR DAN MENAKAR BETON
1. Dengan dasar volume:
a)  Kepadatan waktu menakar pasir mempengaruhi
perbandingan
b) Ketepatan pengukuran


2. Dengan dasar berat
a) Kadar air agregat
b) Ketepatan pengukuran


3. Bahan-bahan yang terbuang sewaktu dimasukkan ke dalam mesin pecampur
4. Effisiensi dari mesin pecampur
Karena nilai beton itu kuat tekan. Nilai compressive strength beton tinggi dibanding nilai kuat tariknya.
Beton memiliki ikatan yang kuat saat ditekan namun karena beton mempunyai sifat getas, beton tak kuat tarik makanya kuat tarik beton hanya 1/3 klo tak salah dari kuat tekan beton.


JENIS-JENIS BETON
Ada bermacam–macam jenis beton, yaitu :
a. Beton Ringan
Beton ringan adalah beton yang dibuat dengan beban mati dan kemampuan penghantaran panas yang lebih kecil dengan berat jenis kurang dari 1800 kg/m3.
b. Beton Massa
Beton massa adalah beton yang dituang dalam volume besar, yaitu perbandingan antara volume dan luas permukaannya besar. Biasanya beton massa dimensinya lebih dari 60 cm.
c. Ferosemen
Ferosemen adalah suatu bahan gabungan yang diperoleh dengan cara memberikan suatu tulangan berupa anyaman kawat baja sebagai pemberi kekuatan tarik dan daktilitas pada mortar semen.
d. Beton Serat (Fibre Concrete)
Beton Serat adalah bagian komposit yang terdiri dari dari beton biasa dan bahan lain yang berupa serat. Serat dalam beton ini berfungsi mencegah retak– retak sehingga menjadikan beton lebih daktail daripada beton biasa.
e. Beton Non Pasir (No-Fines Concrete)
Beton Non Pasir adalah bentuk sederhana dari jenis beton ringan yang diperoleh dengan cara menghilangkan bagian halus agregat pada pembuatan beton. Tidak adanya agregat halus dalam campuran menghasilkan suatu sistem berupa keseragaman rongga yang terdistribusi di dalam massa beton serta berkurangnya berat jenis beton.
f. Beton Siklop
Beton Siklop adalah beton normal/beton biasa yang menggunakan ukuran agregat yang relatif besar. Ukuran agregat kasar dapat mencapai 20 cm, namun proporsi agregat yang lebih besar ini sebaiknya tidak lebih dari 20 % agregat seluruhnya.
g. Beton Hampa
Beton Hampa adalah beton yang setelah diaduk, dituang, dan dipadatkan sebagaimana beton biasa, air sisa reaksi disedot dengan cara khusus yang disebut cara vacuum. Air yang tertinggal hanya air yang dipakai untuk reaksi dengan semen sehingga beton yang diperoleh sangat kuat.
h. Beton Mortar
Beton Mortar adalah adukan yang terdiri dari pasir, bahan perekat, dan air. Mortar dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : mortar lumpur, mortar kapur, dan mortar semen.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar