zwani.com myspace graphic comments

Selasa, 10 Juli 2012

Konservasi Arsitektur

SEJARAH KOTA SOLO
       
          Sebagai kota yang sudah hampir berusia 250 tahun, Surakarta memiliki banyak kawasan dengan situs bangunan tua bersejarah. Selain bangunan tua yang terpencar dan berserakan di berbagai lokasi, ada juga yang terkumpul di sekian lokasi sehingga membentuk beberapa kawasan kota tua, dengan latar belakang sosialnya masing-masing.
Keraton Surakarta
                Kraton Kasunanan Surakarta tentu saja adalah bangunan paling pokok dalam konsep penataan ruang Solo. Perencanaan kraton ini mirip dengan konsep yang digunakan dalampembangunan Kraton Kesultanan Yogyakarta.
                Solo merupakan salah satu kota pertama di Indonesia yang dibangun dengan konsep tata kota modern. Kraton yang dibangun berdekatan dengan Bengawan Solo selalu terancam banjir. Karena itu dibangunlah tanggul yang hingga kini masih dapat dilihat membentang dari selatan wilayah Jurug hingga kawasan Solo Baru.
   Boulevard yang memanjang lurus dari arah barat laut menuju ke depan alun-alun istana (sekarang Jalan Slamet Riyadi) dirancang untuk mengarahkan pandangan ke arah Gunung Merbabu.
    Terdapat pula pengelompokan pemukiman untuk warga pendatang. Kawasan Pasar Gede (Pasar Gedhe Hardjonagoro) dan Pasar Balong merupakan tempat perkampungan orang Tionghoa, sementara kawasan pemukiman orang Arab (kebanyakan dari Hadramaut) terletak di Pasar Kliwon).
   Di dalam kompleks Kraton terdapat perkampungan Kauman yang dulunya merupakan kompleks tempat tinggal para kaum ulama kerajaan dan kerabatnya. Kompleks ini terletak di belakang (barat) Masjid Agung keraton. Beberapa nama kampung di kawasan ini masih menunjukkan jejak tersebut, seperti Pengulon (dari kata "penghulu"), Trayeman, Sememen, Kinongan, Modinan, serta Gontoran. Perkampungan ini dipenuhi beragam arsitektur rumah gedung dengan ornamen hiasan dan model rumah gaya campuran Eropa-Jawa-Tiongkok. Awalnya, Kampung Kauman yang berada di sisi barat depan Keraton Kasunanan ini diperuntukkan bagi tempat tinggal (kaum) ulama kerajaan dan kerabatnya.
     Kawasan Solo utara, yang diatat oleh pihak Mangkunagaran, juga memiliki jejak arsitektur yang banyak mendapat sentuhan Eropa. Bagian utara kota Solo dilewati oleh Kali Pepe, yang seperti Bengawan Solo juga berkali-kali menimbulkan bencana banjir. Pembangunan tanggul kali dan pintu air, saluran drainase, MCK (mandi-cuci-kakus, yang pertama kali diterapkan), serta penempatan kantor kelurahan yang selalu berada pada perempatan jalan, merupakan beberapa jejak yang masih dapat dilihat hingga sekarang, yang pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Mangkunagara IV.

KERATON KASUNANAN SURAKARTA


Bangunan bersejarah itu berdiri megah di tepi lapangan Alun-Alun Utara kota Solo. Disebelahnya berdiri pusat ekonomi Pasar Klewer, berdampingan dengannya adalah Masjid Agung Surakarta. Ketiganya menghadap tanah lapang yang luas. Simbol kebesaran kerajaan Mataram Islam.
        Sepeninggal Sultan Agung Hanyakrakusuma, pergolakan terjadi pada tubuh pemerintahan kerajaan Mataram. Adalah sebuah perjanjian bernama Perjanjian Giyanti yang memecah kerajaan ini menjadi Kraton Surakarta Hadiningrat dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kraton Surakarta Hadiningrat diperintah oleh Sunan Pakubuwana (karena itu kraton ini disebut juga Kraton Kasunanan), sedangkan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat diperintah oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengkubuwana I. Keraton Surakarta melakukan restorasi besar-besaran, dengan percampuran gaya arsitektur antara Jawa dan Eropa dalam nuansa putih dan biru.  
Keraton Surakarta terletak tepat di pusat kota, berdekatan dengan beberapa landmark kota Solo, seperti Balaikota, Pasar Klewer dan Pasar Gede. Beragam sarana transportasi bisa digunakan untuk menjangkau lokasi, terutama sarana transportasi tradisional seperti becak dan andong.

Kraton Surakarta Hadiningrat atau yang kemudian lebih dikenal sebagai Kraton Kasunanan Surakarta telah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Kraton ini adalah “penerus” dari Kerajaan Mataram Islam. Setelah berganti-ganti pusat pemerintahan mulai dari Kotagede, Pleret hingga Kartasura, pemberontakan kuning oleh etnis Tionghoa memaksa Mataram untuk memindahkan Kratonnya ke Desa Sala. Konflik internal dan campur tangan Belanda kemudian memaksa kerajaan ini pecah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta pada tahun 1755 melalui perjanjian Giyanti.
Gapura Keraton ("Gladag")
Perjalanan diawali dari gerbang Kraton paling utara yaitu gapura Gladag. Gapura ini dijaga oleh dua arca Dwarapala bersenjata gada. Menyusuri ruas jalan yang teduh dengan pohon beringin tua di kanan kirinya, telah sampai di Alun-Alun Utara. Layaknya gaya khas sebuah tata kota tua, Kraton Kasunanan Surakarta terletak dalam satu kompleks dengan Alun-Alun dan Masjid Agung. Sebuah pendapa terbuka besar berdiri megah tepat di seberang alun-alun, sementara bangunan utama kraton berada di belakangnya. Di dalam bangunan utama ini terdapat sebuah museum yang dulunya merupakan kompleks perkantoran pada jaman Paku Buwono X. Bangunan ini terbagi atas 9 ruang pameran yang berisi aneka macam benda dan pusaka peninggalan Kraton, hingga diorama kesenian rakyat dan upacara pengantin kerajaan lengkap dengan berbagai macam peralatannya.
Sebuah lorong sempit menghubungkan museum dengan kompleks utama kraton. Untuk menghormati adat istiadatnya, kita tidak diperbolehkan mengenakan celana pendek, sandal, kaca mata hitam, dan baju tanpa lengan. Sandal juga dilepas dan kita harus berjalan tanpa alas kaki di atas pasir pelataran yang konon diambil dari Pantai Selatan. Pohon Sawo Kecik yang menaungi pelataran membuat udara senantiasa sejuk. Secara jarwa dhosok, nama pohon itu dimaknai sebagai lambang yang artinya sarwo becik atau serba baik. Yang menarik adalah patung-patung Eropa yang menghiasi istana sehingga menghasilkan kombinasi apik arsitektur Jawa Kuno dengan sentuhan Eropa. Patung-patung ini merupakan hadiah dari Belanda yang dulu memang memiliki hubungan sangat dekat dengan Kasunanan Surakarta. Sebuah menara tinggi di sebelah selatan pelataran bernama Panggung Songgobuwono menjadi ciri khas kraton ini.



sumber :
 http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_dan_peninggalan_sejarah_di_Surakarta
 http://www.disolo.com/keraton-kasunanan-surakarta-hadiningrat/
 http://solo.yogyes.com/id/see-and-do/historic-and-heritage-sight/kraton-kasunanan/

Kamis, 31 Mei 2012

Tri Dharma Perguruan Tinggi

Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah salah satu dasar tanggung jawab mahasiswa yang harus dikembangkan secara simultan dan bersama-sama, serta harus disadari betul oleh semua mahasiswa agar dapat tercipta mahasiswa yang sadar akan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Adapun isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah:

1. Pendidikan dan Pengajaran

Pengertian pendidikan dan pengajaran disini adalah dalam rangka menerusakan pengetahuan atau dengan kata lain dalam rangka transfer of knowledge ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan melaui penelitian oleh mahasiswa di perguruan tinggi. Dalam pendidikan tinggi dinegara kita dikenal dengan istialh strata, mulai dari strata satu (S-1) yaitu merupakan pendidikan program sarjana, strata dua (S-2) merupakan program magister dan strata tiga (S-3) yaitu pendidikan doktor dalam sutau disiplin ilmu,serta pendidikan jalur vokasional/non gelar(diploma).



2. Penelitian dan pengembangan

Kegiatan penelitian dan pengembangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa penelitian, maka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi terhambat. Penelitian ini tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi harus dilihat keterkaitannya dalam pembangunan dalam arti luas. artinya penelitian tidak semata-mata hanya untuk hal yang diperlukan atau langsung dapat digunakan oleh masyarakat pada saat itu saja,akan tetapi harus dilihat dengan proyeksi ke masa depan. Dengan kata lain penelitian di perguruan tinggi tidak hanya diarahkan untuk penelitian terapan saja,tetapi juga sekaligus melaksanakan penelitian ilmu-ilmu dasar yang manfaatnya baru terasa penting artinya jauh dimasa yang akan datang.



3. Pengabdian pada masyarakat

Dharma pengabdian pada masyarakat harus diartikan dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di perguruan tinggi, khususnya sebagai hasil dari pelbagai penelitian. Pengabdian pada masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dalam rangka kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat yang bersiafat konkret dan langsung dirasakan manfaatnya dalam waktu yang relatif pendek. Aktivitas ini dapat dilakukan atas inisiatif individu atau kelompok anggota civitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat maupun terhadap inisiatif perguruan tinggi yang bersangkutan yang bersifat nonprofit (tidak mencari keuntungan). Dengan aktivitas ini diharapkan adanya umpan balik dari masyarakat ke perguruan tinggi, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih lanjut.



Ketiga faktor ini erat hubungannya, sebab penelitian harus menjunjung tinggi kedua dharma yang lain. Penelitian diperlukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi. Untuk dapat melakukan penelitian diperlukan adanya tenaga-tenaga ahli yang dihasilkan melalui proses pendidikan. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan sebagi hasil pendidikan dan penelitian itu hendaknya diterapkan melalui Pengabdian pada masyarakat sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dan menikmati kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.


Dimulai dari tujuan pendidikan berdasarkan PP No. 60 tahun 1999 tentang PT pasal 1. Tujuan pendidikan yang pertama adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian. Kedua, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian serta mengupayahkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Tridharma perguruan tinggi (PT) memiliki tiga mata rantai. Pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut Perkins, 1986, menjelaskan bahwa tridharma PT mengacu pada tiga aspek pendidikan - yang cenderung memasuki wilayah pendidikan dan pengajaran. Tiga aspek tersebut adalah aquicition (penggalian), transmission (pemindahan), dan application (penerapan). Ketiganya akan memiliki ketergantungan dan keterkaitan yang melengkapi.



Jumat, 25 November 2011

Kritik Arsitektur

 Kritik Arsitektur
Halaman Keraton Solo

 Foto-foto berikut ini diambil sewaktu liburan semester 6 kemarin.Saya jalan-jalan ke museum keraton Solo.Foto ini adalah halaman Keraton yang letaknya bersebelahan dengan museum. Di halaman keraton ini bukan rumput hijau yang dijadikan sebagai pijakan, tetapi mereka menggunakan pasir putih. Entah apa maksudnya. Karena saya hanya diperbolehkan memasuki wilayah sebatas wilayah museum saja. Tetapi sayang bila lahan sebesar itu hanya disebar pasir putih saja meski banyak pohon-pohon yang menaungi seluruh halaman.
    Keraton Surakarta atau lengkapnya dalam bahasa Jawa disebut Karaton Surakarta Hadiningrat adalah istana Kasunanan Surakarta. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan 1743. Istana terakhir Kerajaan Mataram didirikan di desa Sala (Solo), sebuah pelabuhan kecil di tepi barat Bengawan (sungai) Beton/Sala. Setelah resmi istana Kerajaan Mataram selesai dibangun, nama desa itu diubah menjadi Surakarta Hadiningrat. Istana ini pula menjadi saksi bisu penyerahan kedaulatan Kerajaan Mataram oleh Sunan PB II kepada VOC pada tahun 1749. SetelahPerjanjian Giyanti tahun 1755, keraton ini kemudian dijadikan istana resmi bagi Kasunanan Surakarta.



Bandara Adi Sumarmo, Solo
Coba tebak ini foto dimana??halaman rumah kah?? atau mungkin halaman kampus??.Sebenarnya ini adalah foto taman depan di Bandara Adi Sumarmo, Solo. Bandara ini terbilang baru. untuk dibilang sebagai bandara, sebenarnya terlalu kecil ukurannya. Mungkin sang desainer menggunakan konsep homy. Nyamaaaannn banget loh di sini.
  Bandar Udara Adisumarmo (SOC/WRSQ) adalah bandara internasional yang melayani kotaSurakarta (Solo) 57108, Jawa Tengah yang dioperasikan PT (Persero) Angkasa Pura I.
Bandara ini melayani penerbangan GarudaSriwijaya AirLion Air, dan Batavia Air untuk penerbangan Jakarta-Solo Pulang Pergi, Silk Air untuk penerbangan Solo-Singapura PP sertaAir Asia untuk penerbangan Solo-Kuala Lumpur, di samping penerbangan langsung ke MekkahatauJeddahArab Saudi dikarenakan Solo sebagai kota embarkasi Haji untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY.Sebagaimana bandara yang lain, bandara Adisumarmo ini terletak di luar kota Solo tepatnya di Ngemplak, Boyolali. Bandara ini juga berfungsi sebagai pangkalan TNI AU

Bandar Udara Adisumarmo (SOC/WRSQ) adalah bandara internasional yang melayani kotaSurakarta (Solo) 57108, Jawa Tengah yang dioperasikan PT (Persero) Angkasa Pura I.
Bandara ini melayani penerbangan Garuda, Sriwijaya Air, Lion Air, dan Batavia Air untuk penerbangan Jakarta-Solo Pulang Pergi, Silk Air untuk penerbangan Solo-Singapura PP sertaAir Asia untuk penerbangan Solo-Kuala Lumpur, di samping penerbangan langsung ke MekkahatauJeddah, Arab Saudi dikarenakan Solo sebagai kota embarkasi Haji untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY.Sebagaimana bandara yang lain, bandara Adisumarmo ini terletak di luar kota Solo tepatnya di Ngemplak, Boyolali. Bandara ini juga berfungsi sebagai pangkalan TNI AU

Grojogan Sewu
Ada yang pernah kesini??Ini foto Grojogan Sewu. Air terjun ini terletak di kawasan Tawang Mangu, Karanganyar, Solo. Penuh banget ya wisatawan yang berkunjung kesini. Pemandangan jadi kurang indah, karena para pengunjung, bahkan para pedagang  yang berjualan disini tidak tertib. Di pinggir-pinggir air terjun sudah mulai terlihat banyak sampah. Sayang banget kan.

Grojogan Sewu merupakan salah satu air terjun yang berada di Jawa Tengah. Terletak di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Air terjun Grojogan Sewu terletak di lereng Gunung Lawu. Grojogan Sewu terletak sekitar 27 km di sebelah timur Kota Karanganyar. Air terjun Grojogan Sewu merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu.
Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Meski air terjun di sini tidak berjumlah seribu, tetapi ada beberapa titik air terjun yang dapat dinikmati di sini. Air terjun tertinggi yang ada tingginya sekitar 80 meter. Ada pula air terjun yang tidak terlalu tinggi tetapi pancurannya meluas dan membentuk cabang-cabang. Bila sedang musim hujan, sekeliling tebing akan dihujani air terjun, tetapi saat musim panas, banyak air terjun yang kering.
Hutan Wisata Grojogan Sewu memiliki luas 20 Ha. Kawasan hutan ini banyak ditumbuhi berbagai jenis pohon hutan dan dihuni oleh sekelompok kera jinak. Beberapa fasilitas dari hutan wisata ini adalah Taman Binatang Hutan, kolam renang, tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan dan cinderamata, mushola dan MCK.

Museum Sejarah Jakarta
Kalo foto yang ini , saya ambil di lokasi yang jauh-jauh dari tujuan wisata saya sewaktu liburan kemarin. Hehehe..Ini foto Bekas balai kota Batavia, kantor Gubernur Jendral VOC. Bangunan ini sekarang menjadi bangunan Museum Sejarah Jakarta. Tapi pohon-pohon besar di depannya sepertinya mengganggu pemandangan yaa. Letak menanam pohonnya kurang minggir sedikit kayaknya.. :D


Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.
Gedung ini dulu adalah sebuah Balai Kota (bahasa Belanda: Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupaiIstana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.
Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

Kamis, 09 Juni 2011

Studi Ekskursi

Esplanade



Esplanade, Theatre on The Bay, menambah sederetan icon yang identik dengan Singapura. Bangunan yang berbentuk seperti kulit durian ini, terletak berseberangan dengan Patung Merlion, di tepi Marina Bay, di mulut Sungai Singapura.
Esplanade merupakan pusat seni pertunjukan bagi semua kalangan, dan program-programnya menjangkau ke ragam audiens yang luas. Susunan programnya mencakup segala genre, termasuk musik, tari, teater dan seni visual, dengan fokus khusus pada budaya Asia.
Bangunan yang terdiri dari Teater dengan kapastitas 2.000 kursi dan Concert Hall dengan  kapasitas 1.600 kursi, dan dilengkapi dengan dua studio yang lebih kecil, sebuah teater luar ruang serta sebuah mal. Dua kubah yang menjadi lokasi Teater dan Concert Hall dirancang dengan bahan kaca, untuk memberi kesan terbuka.
Agar pusat seni tetap dingin di suhu tropis, lebih dari 7.000 keping penahan matahari dari aluminium bersama dengan rangka penutup berlapis glazur ganda dipasang pada rangka penopang baja untuk membentuk penutup yang menjadikan pusat seni ini sebuah ikon arsitektur mempesona, di depan cakrawala kota Singapura. Penutup berbentuk duri itu akhirnya menjadi nama sebutan yang populer berdasarkan buah favorit masyarakat lokal, Durian.

Minggu, 20 Maret 2011

Studi Ekskursi Arsitektur

Semua Tentang Little India di Singapura
Kota Rempah
Sebagai salah satu kawasan budaya otentik yang paling ramai di Singapura, Little India adalah gabungan dari bunyi klakson mobil, bel sepeda dan riuhnya obrolan para penduduknya. Simaklah pemandangan, keramaian dan aroma kawasan ini saat Anda menyelami pengalaman India yang otentik di Singapura.

Sesuai dengan namanya, Little India adalah kawasan kaum India yang paling utama di Singapura. Pesonanya terletak pada perdagangan gaya masa lalu yang masih bisa dilihat di tepi-tepi jalan, lorong dan gang-gangnya. Peramal dengan burung nurinya, penjual bunga yang menjajakan rangkaian bunga melati, penjual kachang puteh (kacang bakar) di kereta dorong dan penjual koran pinggir jalan adalah beberapa contoh pemandangan menarik yang bisa Anda tengok.

Di tengah-tengah aroma rempah-rempah dan bunga yang tajam terdapat Serangoon Road dan lorong-lorong dalamnya seperti Campbell Lane, Dunlop Street dan Hindon Road. Di sini, bisa ditemukan kios-kios yang menjual minyak pijat Ayurvedic , emas, dupa dan kain dalam berbagai variasi tekstur. Untuk melihat ritual agama Hindu, singgahlah di kuil Sri Veeramakaliamman Temple, sebuah kuil Hindu yang dipersembahkan untuk Dewi Kali.


Warga muslim Singapura
                Little India adalah salah satu kawasan di Singapura yang mayoritas warganya keturunan India dan beragama Islam.

Muslim Tamil dan India berusaha terus menjunjung toleransi keberagamaan di tengah persilangan budaya wilayah Little India, Singapura. Muslim di sana selalu berikhtiar untuk menjadi kelompok yang open minded terhadap kelompok berkeyakinan lain.
Deepavali
Muslim Singapura juga terdiri atas berbagai etnis. Ada Tamil, India, Melayu, Pakistan, dan sedikit Tionghoa. Etnis Tamil dan India menjadi pemeluk muslim terbesar dengan 17 persen populasi. Jadi, dengan jumlah itu, siapa pun bisa menjadi taat dan tidak. Bergantung masing-masing individu. Namun, dengan kondisi kebebasan seperti ini, mereka merasa lebih sreg menjalankan perintah agama. Tidak ada beban dan paksaan.

Pada saat sekarang ini, Little India merupakan titik sentral masyarakat India Singapura. Jalan-jalannya yang beraroma rempah mengundang orang-orang ke area yang berlimpah dengan perhiasan etnik, rangkaian melati, serta sari sutra. Mulai dari Tekka Centre dan Little India Arcade yang besar sampai ke toko kelontong kecil, Little India penuh dengan berbagai benda menarik untuk ditemukan. Pada saat Deepavali (umumnya antara Okt/Nov), yaitu Festival Cahaya India, Little India berubah menjadi negeri dongeng penuh dekorasi meriah, dan jalan-jalannya yang terang benderang penuh sesak dengan pembelanja. Saksikan pula iman para umat Hindu saat ritual Thaipusam yang penuh warna, setiap Januari/Februari. Kuil-kuil yang penuh warna berdampingan damai dengan gereja dan masjid, peramal dengan kakaktua membuka kiosnya di kakilima, serta aroma rempah yang menghampiri dari restoran dan rumah makan. Jangan meninggalkan Little India tanpa tattoo sementara Henna, atau mencicipi “Teh Tarik”, yaitu secangkir teh yang ditarik tangan.  Untuk dapat bisa kesini naiklah jalur bis timur laut (north east line) ke NE7, stasiun Little India atau naik bis SBS nomor 65 dari Orchard Road, turun di Tekka Market di sepanjang Serangoon Road. 


Ini adalah peta MRT Singapura terbaru. Sudah dilengkapi dengan track Circle Line yang baru saja dibuka Kamis, 28 May 2009
.
MRT Station

MRT Map

Mahendi


Tato ini berasal dari India. Tato ini bersifat temporer. Waktu bertahannya sekitar 2 minggu. Bahan pembuat tato ini berasal dari daun henna. Biasanya, mahendi dipakai oleh wanita India jika dia akan menikah. Tapi, sekarang mahendi bebas dipakai kapanpun dan siapapun. Harga yang harus dibayar cukup mahal sekitar 10 dollar singapur atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 60ribu. 

Kamis, 10 Februari 2011

Arsitek, Drafter, dan Kontraktor


Apakah dalam hidup anda, anda pernah berhadapan dengan seorang arsitek, seorang tukang gambar, dan seorang kontraktor? Jika pernah, apa yang membedakan antara ketiganya? Apakah anda tau dan mengamatinya?
arsitek 
Mungkin saja anda belum pernah berhadapan langsung dengan ketiga tipe profesi di atas. Dan mungkin anda tidak bisa membedakan ketiganya dengan perbedaan yang cukup signifikan. Mungkin bagi anda, ketiganya adalah sama semua, adalah pihak yang berkepetingan untuk membantu anda mewujudkan sebuah bangunan.
Hal itu adalah benar, memang ketiganya bisa membantu anda mewujudkan sebuah bangunan. Namun sistem kerja dan produk yang mereka hasilkan berbeda. Mari kita bahas satu persatu.
.
1. Tukang gambar/drafter
….Sering kita dengar dengan istilah drafter. Adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk membuat gambar image visual yang berupa gambar image dari bangunan yang akan dibangun. Biasanya untuk pembuatan gambar seperti ini tidak memakan waktu lama jika sang drafter sudah berpengalaman alias mahir. Untuk sekarang ini pembuatan gambar sudah dilakukan dengan teknologi komputer dengan software seperti Auto CAD, 3ds Max, Sketch Up, Archicad dll. Hasil yang didapatkan pun cukup bagus jika dinilai dari kualitas image, bukan kualitas desain. Hal ini yang membuat para drafter mematok harga murah, karena pengerjaan bisa cepat tidak memakan waktu banyak. Bagi sorang drafter, semakin cepat gambar bisa dibuat, keuntungan akan semakin besar. Di beberapa daerah kadang kita melihat banyak iklan menawarkan pembuatan gambar yang murah, mulai dari Rp. 1.000,00/m2. Biasanya hal ini ditawarkan oleh para drafter, yang kurang begitu memahami nilai arsitektural dari sebuah bangunan. Yang terjadi adalah hasil desain yang tidak maksimal, aspek-aspek penting yang seharusnya diperhatikan, seringkali terabaikan karena mengejar waktu pengerjaan. Hingga pada akhirnya, kualitas desain yang dihasilkan jauh dari maksimal.
.
2. Arsitek
….Seorang arsitek adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk membuat sebuah perencanaan desain dalam hal ini adalah lingkungan buatan. Bisa berupa gedung, taman, landscape, wilayah, bahkan interior. Biasanya seorang arsitek juga mempunyai kemampuan seorang drafter, namun tidak seblaiknya. Drafter tidak mempunyai kemampuan seorang arsitek. Seorang arsitek tidak hanya memberikan gambar ketika berhubungan dengan klien. Arsitek memperhatikan aspek-aspek yang sangat kompleks dari sebuah desain. Bagi arsitek, antara pengguna dan bangunan sangat tidak terpisahkan. Bangunan harus memenuhi kebutuhan pengguna, memperlihatkan ciri dari pengguna (bahkan kehidupan pengguna bisa tercermin dari bentuk bangunan). Selain itu juga mempertimbangkan sirkulasi, penghawaan, pencahayaan, zonasi ruang, gubahan massa bangunan, bahkan sampai dengan fengshui bangunan.
Hal ini yang tidak dilakukan oleh seorang drafter, ataupun kontraktor. Tahap dalam mewujudkan lingkungan buatan oelh arsitek tidak bisa dalam waktu singkat, karena memang banyak aspek yang direncanakan. Arsitek tidak sekedar emmberikan gambar yang bagus dan denah ruang yang “penuh” dan harga bangunan yang murah. Seorang arsitek akan mempertimbangkan mulai dari estetika, fungsi, dan ke-efisien-an bangunan bagi pengguna. Tidak heran jika dibutuhkan waktu lama dan biaya yang lebih mahal daripada ketika anda berhubungan dengan seorang drafter. Ingat, lingkungan buatan yang anda bangun, sangat berarti untuk anda, sepatutnya anda juga ikut memikirkan untuk berhubungan dengan tukang gambar, atau arsitek yang sebenarnya.

3. Kontraktor
….Profesi yang satu ini memang lebih ‘berbeda’ dengan dua profesi diatas. Seorang kontraktor akan lebih terfokus pada pelaksanaan pembangunan. Kontraktor memiliki kemampuan untuk mengakomodasi dan mengkoordinasi antara tenaga kerja dan kelancaran material bangunan saat pelaksanaan pembangunan. Kontraktor yang baik selalu menjaga kualitas dari bangunan tersebut, baik dari segi kekuatan struktur, kerapian, keawetan, dan kesempurnaan bagian-bagian yang vital. Biasanya kontraktor tidak membuat gambar desain, karena dia hanya menerima gambar dari drafter atau arsitek langsung.
Namun saat ini banyak juga kontraktor yang menawarkan diri untuk jasa gambar. Perlu ditekankan disini bahwa kontraktor berani menawarkan jasa gambar karena telah terbiasa menerima dan membaca gambar dari arsitek ataupun drafter untuk dilaksanakan. Jadi kemampuan desain hanya terbatas pada tiruan atau kebiasaan saja. Lagipula biasanya seorang kontraktor hanya mencari aman dalam bentuk bangunan, karena bagi seorang kontraktor semakin mudah bangunan itu dikerjakan, semakin besar keuntungan yang didapatkan. Hingga tidak perlu heran ketika terjadi perselisihan antara arsitek yang menghendaki kualitas desain yang bagus berhadapan dengan kontraktor yang menghendaki pekerjaan yang mudah dilaksanakan.
.
Sekarang tinggal anda yang memilih, akan bekerjasama dengan arsitek, drafter, atau kontraktor langsung. Tentu saja tergantung kebutuhan anda. Namun yang perlu saya ingatkan adalah, jangan sampai salah memilih karena sebuah proyek itu akan digunakan selamanya (jika mungkin). Kalaupun tidak selamanya, proyek itu tidak seperti baju yang bisa digonta ganti seenaknya jika tidak suka modelnya. Sebuah bangunan akan berdiri untuk waktu yang lama, maka alangkah sangat lebih baik jika anda memikirkan matang-matang dulu untuk memulai perencanaan. Namun, diantara ketiga profesi tersebut, yang paling memenuhi anda dalam merencakan sebuah “proyek” adalah arsitek, karena arsitek akan benar-benar merencanakan sebaik mungkin, karena akan lebih detail, terperinci dan memertimbangkan segala aspek bahkan yang berhubungan dengan kepribadian anda. Dan hasilnya, sebuah bangunan yang sangat memuaskan, menyatu dengan anda sebagai pemiliknya.

Senin, 03 Januari 2011

Skyscraper

 Moon Shape Skyscraper

With the ambitions of civil engineers flying high and high, Korean Heerim Architects has tried to reinvent the skyscraper with their two projects in central Asian republic of Azerbaijan. They have proposed a skyscraper to be built in Baku, capital of Azerbaijan with a view on the Caspian sea. The name of one of the building is proposed as Full Moon Bay and the other is Crescent and Caspian Plus.
Here are few pictures of what could possibly be a real challenge for civil engineers to built:

This Looks Likes A Dream
 

The Sky Is The Limit For Civil Engineers














A Complete View Of The Proposed Moon Shaped Skyscraper