Semua Tentang Little India di Singapura
Sebagai salah satu kawasan budaya otentik yang paling ramai di Singapura, Little India adalah gabungan dari bunyi klakson mobil, bel sepeda dan riuhnya obrolan para penduduknya. Simaklah pemandangan, keramaian dan aroma kawasan ini saat Anda menyelami pengalaman India yang otentik di Singapura.
Sesuai dengan namanya, Little India adalah kawasan kaum India yang paling utama di Singapura. Pesonanya terletak pada perdagangan gaya masa lalu yang masih bisa dilihat di tepi-tepi jalan, lorong dan gang-gangnya. Peramal dengan burung nurinya, penjual bunga yang menjajakan rangkaian bunga melati, penjual kachang puteh (kacang bakar) di kereta dorong dan penjual koran pinggir jalan adalah beberapa contoh pemandangan menarik yang bisa Anda tengok.
Di tengah-tengah aroma rempah-rempah dan bunga yang tajam terdapat Serangoon Road dan lorong-lorong dalamnya seperti Campbell Lane, Dunlop Street dan Hindon Road. Di sini, bisa ditemukan kios-kios yang menjual minyak pijat Ayurvedic , emas, dupa dan kain dalam berbagai variasi tekstur. Untuk melihat ritual agama Hindu, singgahlah di kuil Sri Veeramakaliamman Temple, sebuah kuil Hindu yang dipersembahkan untuk Dewi Kali.
Kota Rempah
Sesuai dengan namanya, Little India adalah kawasan kaum India yang paling utama di Singapura. Pesonanya terletak pada perdagangan gaya masa lalu yang masih bisa dilihat di tepi-tepi jalan, lorong dan gang-gangnya. Peramal dengan burung nurinya, penjual bunga yang menjajakan rangkaian bunga melati, penjual kachang puteh (kacang bakar) di kereta dorong dan penjual koran pinggir jalan adalah beberapa contoh pemandangan menarik yang bisa Anda tengok.
Di tengah-tengah aroma rempah-rempah dan bunga yang tajam terdapat Serangoon Road dan lorong-lorong dalamnya seperti Campbell Lane, Dunlop Street dan Hindon Road. Di sini, bisa ditemukan kios-kios yang menjual minyak pijat Ayurvedic , emas, dupa dan kain dalam berbagai variasi tekstur. Untuk melihat ritual agama Hindu, singgahlah di kuil Sri Veeramakaliamman Temple, sebuah kuil Hindu yang dipersembahkan untuk Dewi Kali.
![]() |
| Warga muslim Singapura |
Little India adalah salah satu kawasan di Singapura yang mayoritas warganya keturunan India dan beragama Islam.
Muslim Tamil dan India berusaha terus menjunjung toleransi keberagamaan di tengah persilangan budaya wilayah Little India, Singapura. Muslim di sana selalu berikhtiar untuk menjadi kelompok yang open minded terhadap kelompok berkeyakinan lain.
![]() |
| Deepavali |
Muslim Singapura juga terdiri atas berbagai etnis. Ada Tamil, India, Melayu, Pakistan, dan sedikit Tionghoa. Etnis Tamil dan India menjadi pemeluk muslim terbesar dengan 17 persen populasi. Jadi, dengan jumlah itu, siapa pun bisa menjadi taat dan tidak. Bergantung masing-masing individu. Namun, dengan kondisi kebebasan seperti ini, mereka merasa lebih sreg menjalankan perintah agama. Tidak ada beban dan paksaan.
Pada saat sekarang ini, Little India merupakan titik sentral masyarakat India Singapura. Jalan-jalannya yang beraroma rempah mengundang orang-orang ke area yang berlimpah dengan perhiasan etnik, rangkaian melati, serta sari sutra. Mulai dari Tekka Centre dan Little India Arcade yang besar sampai ke toko kelontong kecil, Little India penuh dengan berbagai benda menarik untuk ditemukan. Pada saat Deepavali (umumnya antara Okt/Nov), yaitu Festival Cahaya India, Little India berubah menjadi negeri dongeng penuh dekorasi meriah, dan jalan-jalannya yang terang benderang penuh sesak dengan pembelanja. Saksikan pula iman para umat Hindu saat ritual Thaipusam yang penuh warna, setiap Januari/Februari. Kuil-kuil yang penuh warna berdampingan damai dengan gereja dan masjid, peramal dengan kakaktua membuka kiosnya di kakilima, serta aroma rempah yang menghampiri dari restoran dan rumah makan. Jangan meninggalkan Little India tanpa tattoo sementara Henna, atau mencicipi “Teh Tarik”, yaitu secangkir teh yang ditarik tangan. Untuk dapat bisa kesini naiklah jalur bis timur laut (north east line) ke NE7, stasiun Little India atau naik bis SBS nomor 65 dari Orchard Road, turun di Tekka Market di sepanjang Serangoon Road.
Ini adalah peta MRT Singapura terbaru. Sudah dilengkapi dengan track Circle Line yang baru saja dibuka Kamis, 28 May 2009
.
| MRT Station |
![]() |
| MRT Map |
Mahendi
Tato ini berasal dari India. Tato ini bersifat temporer. Waktu bertahannya sekitar 2 minggu. Bahan pembuat tato ini berasal dari daun henna. Biasanya, mahendi dipakai oleh wanita India jika dia akan menikah. Tapi, sekarang mahendi bebas dipakai kapanpun dan siapapun. Harga yang harus dibayar cukup mahal sekitar 10 dollar singapur atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 60ribu.




wooww . . . . .
BalasHapusmantap nih . . . . .
mau jalan2 juga ke singapur?? :D
BalasHapus