zwani.com myspace graphic comments

Sabtu, 26 Juni 2010

TUGAS PERKEMBANGAN ARSITEKTUR 2

CIRI UMUM ARSITEKTUR YUNANI

           Peninggalan Arsitektur Yunani yang paling banyak adalah kuil. Bahan konstruksi utama batu, dipahat dan dibentuk menjadi kolom dan balok. Oleh karena itu bentangannya sangat terbatas sehingga di dalam ruang terdapat banyak kolom . bagian depan terdiri dari tangga masuk dan langsung pada deretan melintang kolom, menyangga ujung terdepan dari atap yang berbentuk segi-tiga disebut pediment. Pediment terdiri dari cornice yaitu semacam bingkai keliling segi tiga dari molding mengikuti bentuknya. Bagian tengah di dalam bingkai tersebut terdapat tympanum yang biasanya pada bidang di dalamnya dibuat dekorasi, dapat berupa relief maupun patung-patung. Pediment bertumpu di atas sebuah alas berupa balok horizontal disebut entablature yang mempunyai tiga bagian atau lapisan: di atas berupa cornice , di tengah frieze dan di bawah disebut architrave.
Bagian-bagian utama dari arsitektur Yunani
Legenda:
E. entablature;F. pediment;G. kolom
    


 Frieze dan bagian-bagiannya
    

Konstruksi pediment dan entablature disangga oleh kolom, dalam arsitektur yunani dibagi menjadi tiga yaitu : teratas disebut kepala atau capital, tengah atau badan disebut shaft dan tumpuan terbawah disebut base. Capital mempunyai tiga bagian : paling atas abocus , tengah echinus, paling bawah disebut leher atau neck. Di bawah leher ada astragal,bagian yang menghubungkan capital dengan shaft. Bagian bwah kolom atau base terdiri dari tiga bagian . yang paling atas apophyge, tengah torus, bawah disebut plinth.
             Susunan atau konstruksi kolom, entablature atau balok disebut order dalam arsitektur Yunani kemudian berkembang menjadi tiga yaitu : order dorik (Doric), order lonik (lonic) dan korintien (Corinthian). Kuil-kuil Yunani ketiga order tersebut bardenah segi empat panjang, di mana bagian depannya terletak pada sisi terpendek . bagian tengah yang merupakan bagian utama, dikelilingi oleh portico atau semacam teras, dengan deretan membujur kolom-kolom . bahan bangunan utama dari batu dipahat dan dibentuk menjadi kolom dan balok. Masing-masing order mempunyai ciri khas terutama pada kolom dan dekorasinya.


ORDER-DORIC (DORIC-ORDER)
            Budaya seni termasuk arsitektur dikembangkan oleh orang Agean yang sering disebut juga Dorian, dimulai dari Pulau Kreta, menyebar ke Yunani daratan sekitar pantai Laut Agean. Arsitekturnya mempunyai ciri yang sangat khas, disebut Order-Dorik (Doric-Order), aliran arsitektur Yunani tertua.
      Berdasarkan berbagai teori, Ordei Dorik berkembang dimulai dari bentuk sederhana, terdiri dari kolom dan balok-balok kayu dengan atap datar dari bahan alami juga bagian dari pohon. Kemudian berkembang dengan konstruksi yang sama seperti tersebut di atas, namun menggunakan atap pelana (miring dua sisi). Berdasarkan penelitian dan debat yang panjang para ahli, tidak meragukan bahwa konstruksi bagian atas dari Order, terbuat dari kayu. Kemudian berkembang, terutama pada bangunan-bangunan penting seperti kuill, menggunakan batu sebagai bahan konstruksi termasuk kolom dan balok. Kolom dibentuk oleh tumpukan batu masing=masing berbentuk tambur (silindris tetapi tingginya tidak melebihi diameter).Arsitektur Order Dorik mempunyai kolom yang gemuk (perbandingan diameter dibanding tinggi kolom tidak terlalu besar). Kolom Dorik berdiri tanpa base.

<<Salah satu peninggalan dari arsitektur Order-Dorik berupa kuil, yaitu Parthenon (447-432 SM) di Akropolis (Acropolis). Kuil dibangun pada masa Pericles persembahan kepada Parthenos. Kuil Parthenon dirancang oleh Ictinus dan Callicrates, pematungnya Pheidas.
        


<<Kuil Theseion di Athena (449-444 SM) juga dalam Order-Doric, pada jaman Yunani-Byzantine pernah dijadikan gereja. Meskipun tidak terlalu besar disbanding kuil-kuil lainnya, namun hamper semua bagian konstruksi terbuat dari marmer. Dekorasi sangat indah terdapat pada pediment dan frieze di sebelah barat berupa relief yang menggambarkan peperangan antara Centaurus dengan Lapithae.
 
<<Poseidon di Paestum (460 SM), Pulau Kreta, salah satu peninggalan arsitektur Yunani Order-Dorik yang hingga kini masih cukup baik keadaanya disbanding peninggalan-peninggalan lainnya.








ORDER IONIK (IONIC-ORDER)
Kelompok suku Ionian adalah bagian dari orang-orang Yunani, yang mendiami Ke­pulauan Ionian di timur dari Laut Agean. Se­telah Order Dorik berkembang di seluruh wilayah Yunani termasuk Yunani Daratan, di­kembangkan aliran baru dari arsitektur Order - Yunani oleh orang-orang Ionian. Aliran baru ini disebut Order-lonik sesuai dengan wilayah kepulaan di mana asal dari aliran ini. Order atau susuan konstruksi kolom dan entablature Ionic, mempunyai perbedaan tidak banyak, namun mendasar pada proporsi dan dekorasi kolom.
Dibanding dengan kepala kolom Order-Dorik yang hanya terdiri dari abacus berupa lempengan penumpu dan echinus, sederhana, kepala atau capital Ionik lebih rumit dan lebih indah. Diperkirakan dekorasi capital Ionik adalah turunan atau modofikasi dari lotus Mesir, dibawa oleh orang-orang Asiria dan negara-negara Asia Minor. Selain penyederhanaan atau abstraksi dari bentuk shell kerang, yang bentuknya melingkar­lingkar-spiral. Architrave di mana terdapat balok melintang dari Order-Ionik rata-rata lebih kecil dari yang ada pada Order-Dorik.
- kolom tinggi Ionik sekitar 9 kali diameter terkecil, jadi lebih langsing.
      - Pola hiasan, lengkungan-lengkungan spiral (volute) dari kepala atau capital Ionic dan Mesir, mendapat inspirasi dari bagian-bagian tanaman (floral) dan binatang (fauna).

YUNANI ORDER-KORINTIEN (CORINTHIAN-ORDER)
            Suku bangsa Korintin (Corinth), men­diami Yunani daratan sebelah barat, termasuk Athena, berseberangan dengan Kepulauan lonik yang berada di sebelah timur Laut Agean. Di wilayah ini berkembang pula Order yang telah dikemukakan di depan. Sesuaidengan suku bangsa dan tempat di mana suku bermukim, aliran ini disebut Order-Korintien (Corinthian-Order). Aliran sudah ada sejak 1500an tahun SM, namun baru mulai dikembangkan oleh orang-orang Athena pada awal Jaman Romawi sekitar tahun 50an SM9. Dengan demikian, banyak terdapat bangunan Order-Korintien di seluruh wilayah kekuasaan Romawi. Bahkan hiasan kepala Korintien di­pakai pada hampir semua bangunan jaman kiasik. Oleh karena itu banyak ahli sejarah yang menggolongkan Order-Korintien dalam bagian dari arsitektur Romawi. Tidak hanya Korintien, Order lainnya juga dikembangkan oleh orang-orang Romawi antara lain Order­Tuscan, Dorik-Romawi dan Komposit.
              Order adalah susunan arsitektural dari balok (entablature) dan kolom, maka per­bedaan-perbedaan antara Order yang satu dengan lainnya ‘adalah pada sekitar kedua elemen tersebut. Kolom dan . landasan (base) Korintien identik dengan Ionic yang langsing dibanding kolom Order-Dorik Diameter ber­banding tingginya sekitar 1:9, 1:10 sehingga terlihat langsing seperti pada Order-Ionik. Perbedaan prinsip pada kepala ( capital) Order Korintien dengan Order lain, lebih bervariasi rumit dan proporsi dengan kolom di bawahnya lebih tinggi (perbandingan sekitar 1 1/6 x diameter kolom). Konon omamen kepala kolom Korintien mendapat inspirasi dari pengamatan terhadap keranjang bunga pada makam salah seorang dari suku Korintin10. Kebetulan keranjang dipindah di atas sebuah tanaman acanthus, kemudian tumbuh dan berkembang hingga tinggi. Oleh karena itu Nikolaus Pevsner, John Fleming dan Hugh Honour, A Dictionary of Architecture, Pinguin Books Ltd, London. 1975.
              Menurut catatan Vitruvius penulis sejarah arsitektur termashur abad XVI hiasan kepala Order Korintien berupa relief floral terbanyak, berupa daun 
terutama daun acanthus. Entablature Order-Kirintien, tidak ber­beda jauh dengan arsitektur lonik Yunani, antara lain dalam dekorasi berupa dentil. Hiasan pada entablature Korintien biasanya lebih rumit dan lebih indah dibanding Order lainnya.”
 








Evolusi dan sumber inspirasi
 dari dekorasi kepala kolom 
Korintien. Bentuk, proporsi, nama
bagian-bagian dan dekorasi 
Order-Korintien





TEATER TERBUKA (AMPHYTHEATRE) YUNANI
            Telah disebut di depan, bahwa orang­orang Yunani menyenangi kegiatan di luar bangunan, termasuk seni panggung: Dalam hal ini mereka sangat cerdik dalam membangun teater terbuka, yaitu memanfaatkan kemiring­an lembah bukit yang bentuknya seperti ceruk. Dengan demikian selain berlatar belakang dan lingkungan alami indah, juga pekerjaan konstruksi tidak terlalu banyak, sesuai dengan teknologi pada masanya. Lembah dibuat menjadi trap-trap tempat duduk berdenah setengah lingkaran di mana kecerdikan para arsitek Yunani kembali terlihat di sini, bentuk dan kemiringannya, sangat baik dari segi akustik, karena dapat memantulkan suara ke segala arah. Pada bagian paling rendah atau ujung bawah dibuat sebuah panggung yang biasanya berdenah lingkaran. dengan latar belakang sebuah unit berupa blok. selain untuk latar belakang juga di dalamnya untuk ruang­ruang persiapan dan lain-lain fasilitas pendukung pementasan (tari, musikk drama. ritual keagamaan dll).
             Teater Epidauros (350 SM) dirancang oleh Polycleitos, adalah salah satu yang terbaik dari yang pernah dibangun oleh orang-orang Yunani pada ma’sanya. Ukuran, bentuk dan proporsi bagian-bagian sangat teliti diper­hitungkan persyaratan dan ukuran manusia ter­masuk sudut pandang. Kemiringan atau potongan melintang dari tempat duduk -pe­nonton dirancang sedemikian rupa dengan proporsi sudut pandang”. Diameter lingkaran panggung pertunjukan 20.4 M dan diameter setengah lingkaran seluruhnya 118 M.
             Teater Dionysos (330 SM). Dibangun di kaki bukit Akropolis Athena, merupakan teater terbuka dengan konstruksi sama dengan yang dibahas sebelum ini. Teater ini jauh lebih besar dari Teater Epidauros, tempat penonton terdiri dari tiga bagian. dipisahkan oleh dua gang (diazomata) yang denahnya juga bagian dari lingkaran, seluruhnya dapat menampung 18000 penonton, suatu ukuran luar biasa besar pada masa itu,. Kemiringan dari tempat penonton memanfaatkan bagian bawah dari bukit Akropolis yang lerengnya terdiri dari karang. Dahulu dibagian depan terdapat 16 kursi singgasana untuk penonton kehormatan.


Referensi
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Yunani
  • BUKU: ARSITEKTUR KLASIK EROPA, Yulianto Sumalyo; Gajah Mada University; PRESS



Tidak ada komentar:

Posting Komentar