zwani.com myspace graphic comments

Kamis, 28 Oktober 2010

BAHAN ALAM UNTUK FURNITURE


          Material alami untuk bangunan bukanlah barang baru, melainkan telah banyak dipakai sebelum material hasil industri tercipta. Material-material ini tidak mengalami banyak proses dalam pembuatannya. Hal ini menyebabkan material alami tidak merusak alam, baik pada saat pembangunan rumah (sampah konstruksi) maupun ketika material ini nantinya menjadi usang dan harus dibuang. Jerami termasuk salah satu material alami, berikut adalah beberapa elemen alami lainnya.
  • Kayu
           Kayu selalu menjadi favorit banyak orang karena berbagai keunggulan yang dipunyainya. Kendati jumlahnya kian sedikit karena adanya pembabatan hutan secara besar-besaran, kayu mestinya tetap dipakai karena sifat kealamiannya. Material buatan yang diklaim sebagai pengganti kayu terkadang kurang ramah lingkungan karena nantinya tidak dapat terurai di alam. Oleh sebab itu, kayu sebaiknya jangan ditinggalkan tapi persediaan kayunya yang selalu harus ditambah dan pemakaian kayu dihemat sedemikian rupa. Teknologi pengawetan kayu juga turut membantu penghematan karena kayu bisa lebih kuat dan tahan lama. Selain itu, kayu yang kualitasnya biasa-biasa saja, dengan pengawetan ini menjadi layak untuk struktur bangunan.
          Bahan material yang ini sudah semakain langka dan mahal untuk yang kualitas baik, bahkan sudah semakin berkurang penggunaanya untuk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dll. Mungkin yang masih berada di daerah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, masih cukup mudah untuk mendapatkan bahan material kayu. Hutan kita semakin lama sudah semakin menipis, kita sebagai warga negara yangbaik, hendaknya mempertimbangkan dalam pelestarian tanaman di sekeliling kita, sehingga terjadi keseimbangan dan berkelanjutan. Kayu dengan kualitas baik, misalnya Jati Kw1 bisa berumur 100 tahaun lebih (woow) dan untuk saat ini sangat sulit mencarinya. Dan untuk Kw2 kira-kira mencapai umur 30 tahun, untuk yang ini masih tersedia di toko-toko bangunan walau harus merogoh kantong dalam-dalam. Kayu banyak digunakan bangunan rumah tinggal, sebagai tiang, rangka atap, pintuj endela. kayu yang digunakan biasanya kamper, merbau, damar laut, sonokeling, borneo, meranti dll. Kayu secara fisik memiliki guratan yang indah dan kesan hangat ketika diekspose dengan finishing yang baik. 
Kerusakan kayu yang biasa terjadi dikarenakan faktor eksternal  diantaranya:
-Serangan rayap dimana-mana (sebelum dipakai sebaiknya dioven menggunakan bahan kimia tertentu agar terhindar dari hama kecoa dll)
-Karatan pada bagian penyambung (sebaiknya memilih bahan yang baik untuk bahan penyambungnya)
-Perubahan ukuran kayu karena faktor suhu/cuaca sehingga memuai-menyusut (sebaiknya mencari kayu yang sudah “tua” untuk digunakan)
-Sambungan kayu biasanya kurang kuat (sebaiknya pelajari secara mendetail tiap sistem sambungannya)
-Dan tentunya rentan terhadap percikan api, air hujan dan sinar matahari yang secara langsung
  • Bambu
          Bambu bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam elemen bangunan. Untuk struktur rumah, bambu terbukti memiliki banyak keunggulan. Seratnya yang liat dan elastis sangat baik dalam menahan beban (baik beban tekan/tarik, geser, maupun tekuk). Selain itu, bambu juga bisa dimanfaatkan menjadi material lantai, dinding, atap, dan lain sebagainya. Dibandingkan kayu, bambu lebih cepat beregenerasi sehingga tidak usah menunggu terlalu lama untuk mendapatkan bambu yang layak. Indonesia memiliki jumlah spesies yang cukup besar, namun sayang belum terlalu dikembangkan.
          Akhir-akhir ini mulai banyak para arsitek bereksperimen karyanya menggunakan bambu, karya tersebut bukan berada di kampung melainkan di tengah kota yang dapat dinikmati oleh kalayak ramai. kini juga banyak penelitian bahwa bambu lebih memiliki daya lentur yang baik, asal diolah menggunakan bahan kimia anti bakteri (serangga) sehingga bisa tahan lebih lama, mengenai estimasi rentang waktu kira-kira tahan 10 tahun. banyak bambu di pakai untuk fungsi bangunan restoran outdoor, gazebo, partisi, dll material tersebut cukup ekonomis karena ketersediaan bahan cukup banyak di Negara kita yang kaya raya ini.
  • Kayu Kelapa
mebel          Sumber daya kayu kelapa sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan kalangan industri mebel di tanah air. Walaupun ketersediaannya cukup melimpah, namun pemanfaatan kayu kelapa sebagai bahan baku pembutan mebel (furniture) terhitung masih sangat jarang di Indonesia. Hal itu terjadi karena kayu kelapa selama ini memiliki banyak kelemahan yang belum dapat diatasi oleh para perajin dan industri mebel di tanah air. Kele-mahan tersebut antara lain adalah rendahnya kualitas kayu kelapa yang ada karena belum ditemukannya teknologi pengolahan/perlakuan kayu kelapa yang memadai.
           Beberapa kelemahan kayu kelapa yang sering ditemui kalangan perajin dan industri mebel di Indonesia selama ini diantaranya;
-Kayu kelapa sering sekali mengalami perubahan warna sebagai akibat dari adanya aktivitas hama atau penyakit pasca panen yang menyerang kayu kelapa. 
-Kayu kelapa sering sekali mengalami pembengkokan dan pemelintiran serta pecah serat (pecah rambut) walaupun kadar air dalam kayu kelapa sudah mencapai level yang cukup rendah, yaitu sekitar 8%. 
Dengan berbagai kelemahan tersebut kalangan perajin dan industri mebel di dalam negeri enggan menggunakan kayu kelapa sebagai bahan baku untuk pembuatan berbagai produk mebel. Mereka pun tetap menggunakan jenis-jenis kayu lain seperti jati, mahoni, kamper dan lain-lain walaupun ketersediaan jenis-jenis kayu tersebut kini semakin langka di tanah air dan harganya pun terus melambung tinggi.


Sumber:
http://www.arsitekturrumah.com/arsitektur-rumah--design-rumah--bangun-rumah-di-in-jakarta-news-a-article/10-material-alami-untuk-arsitektur-rumah-bangun-rumah-
http://arifh.blogdetik.com/mengolah-kayu-kelapa-menjadi-bahan-baku-mebel/

1 komentar:

  1. I am very interested in the information contained in this post. The information contained in this post inspired me to generate research ideas.
    Jurnal Teknik
    US

    BalasHapus